Anak Yang Baik Tak Selalu Tampan

Anak Yang Baik Tak Selalu Tampan


Ternyata luka lama dapat menjadi ide cerita bagi seorang pengaran. Setidaknya itulah yang dialami Ruth White dalam mencipta novelnya. Ruth White adalah seorang pengarang novel remaja yang menghasilkan novel-novel remaja yang berkualitas. Rahasia Embusan Angin adalah novelnya yang keempat setelah The City Rose, Sweet Creek Holler–peraih penghargaan ALA Notable Book for Young Adults. Sebagai penulis novel remaja, Ruth White telah mampu menyelami dunia remaja sehingga ia dapat mengetahui cara pandang mereka.

Berbeda dengan penulis-penulis novel remaja yang bercerita tentang petualangan, futuristik, horor atau sihir seperti J.K. Rowling, Enid Blyton dan R. L Stine, Ruth White lebih suka menulis tentang kehidupan remaja yang memiliki pesan moral yang mendalam. Hal tersebut terlihat dari novelnya yang berjudul asli Belle Prater’s Boy ini. Bahkan Rahasia Embusan Angin mungkin lebih cocok disebut novel psikologis karena karakter-karakter para tokohnya sangat ditonjolkan. Juga karena unsur-unsur kejiwaannya yang begitu kuat.

Rahasia Embusan Angin bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Woodrow yang ibunya. Belle Prater lenyap begitu saja dari muka bumi pada suatu Minggu pagi yang hangat, Oktober 1953. Awalnya ia tinggal di ujung lembah Crooked Ringe yang panjang dan terpencil. Tak lama setelah ibunya lenyap, ia pindah ke rumah kakek dan neneknya di kota kecil dekatnya, Coal Station Virginia.

Berita tentang hilangnya Belle Prater menyebar luas hingga ke Coal Station dan menjadi bahan pembicaraan masyarakat setempat. Namun Woodrow selalu bersikap tenang meski orang-orang sekitarnya membicarakan ibunya. Salah satu dari sekian banyak orang yang penasaran akan lenyapnya Belle Prater adalah Gypsy, sepupu Woodrow yang kemudian menjadi tetangganya. Dia juga heran mengapa sepupunya dapat bersikap tenang dalam menghadapi masalah ibunya.

Woodrow yang dibesarkan di desa terpencil dan Gypsy yang dibesarkan di lingkungan kota, kemudian bersahabat baik. Mereka mirip cerita tikus kota dan tikus desa. Dan semua berawal dari situ. Gypsy kemudian paham, meskipun bermata juling, Woodrow adalah seorang anak yang menyenangkan dan setia kawan. Woodrow pun kemudian menyadari bahwa Gypsy–yang menurut orang-orang dikenal sebagai gadis yang sempurna karena memiliki penampilan yang sangat menarik dengan wajah cantik serta rambut panjang dan indah, bahkan seperti telah memiliki segalanya–ternyata adalah gadis yang memiliki luka yang begitu mendalam. Selama ini Gyspy mencoba melupakan kematian ayahnya yang tragis yang dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri ketika ia masih berusia 5 tahun. Usia yang mungkin terlalu dini untuk menghadapi kenyataan hidup yang sangat pahit. Woodrow lah yang kemudian mengajarinya mengobati trauma itu.

Dari persahabatan itu, Gypsy pun akhirnya tahu bahwa Woodrow sesungguhnya mengetahui rahasia-rahasia tentang ibunya, serta beberapa hal mungkin dapat menjadi alasan lenyapnya sang ibu. Namun seandainya Woodrow tak pernah melihat ibunya lagi, ia tak akan sedih karena kenyataan pahit itu telah dapat ia hadapi.

Dalam sebuah wawancara dengan Pam Cole di sebuah situs internet, Ruth White, pengarang novel ini mengaku bahwa menulis tentang pengalaman pribadi adalah salah satu bentuk katarsis, bahkan seperti psikoterapi. Kisah hidup Gypsy mirip dengan pengalaman masa kecil Ruth White yang buruk. Bedanya, ayah Ruth mati tertembak dalam sebuah pertengkaran ketika Ruth masih berusia 6 tahun. Dalam novel Rahasia Embusan Angin diceritakan bahwa seorang anak kecil dapat mengalami trauma yang begitu kuat akibat kehilangan orang yang dicintainya.

Seperti dua novel sebelumnya, Ruth White memilih Virginia sebagai setting novel Rahasia Embusan Angin. Masa kecilnya di lingkungan kota pertambangan batu bata di Whitewood, Virginia, sepertinya telah mengilhami Ruth dalam menceritakan “Rahasia Embusan Angin.” Maka tak heran bila setting tempat dalam novel ini seakan benar-benar hidup karena Ruth pasti telah mengenal tempat ini dengan baik.

Begitu juga dengan karakter dua tokoh utamanya, Woodrow dan Gypsy. Karakter mereka begitu kuat dan menonjol. Dalam wawancara dengan Pam Cole, Ruth mengaku ide awal “Rahasia Embusan Angin” berasal dari pengalamannya membaca suatu buku horor. Buku tersebut menceritakan seorang laki-laki yang tiba-tiba menghilang begitu saja seperti menyublim. Oleh karena itu cerita tentang Woodrow seperti sebuah pengembangan ide yang sudah ada. Ruth hanya tinggal memperkuat saja. Juga karakter Gypsy, Ruth mampu menceritakan karakternya dengan bagus karena Gypsy seperti sebuah refleksi masa lalunya.

Bagi pembaca yang tak sabar dan sangat menyukai novel-novel petualang mungkin akan putus asa. Pada awal bab pertama Ruth langsung menyuguhkan klimaks, kasus lenyapnya Belle Prater. Pada bab selanjutnya Ruth tidak langsung mengusut kasus itu, namun seakan melupakan pengusutan kasus itu. Ia kemudian malah menceritakan pengalaman-pengalaman asyik Gypsy dan Woodrow karena Ruth memilih untuk menyelesaikan konflik batin yang dialami Woodrow dan Gypsy ketimbang menonjolkan kasus hilangnya ibu Woodrow.

Rahasia Embusan Angin mengajari pembaca akan banyak hal. Melalui tokoh Woodrow, novel ini berpesan untuk tidak lari dari kenyataan pahit. Memang kehilangan seseorang yang kita cintai mungkin akan terasa berat. Tapi bagaimanapun itu adalah takdir Tuhan yang harus kita jalani. Dan sepahit apapun kenyataan hidup, kita tidak boleh menyerah, bahkan dengan membunuh diri kita sendiri.

Novel ini menunjukkan bahwa ada beberapa orang di dunia ini yang masih menilai seseorang hanya dari penampilan fisiknya saja. Dalam novel ini banyak masyarakat Coal Station yang menilai Gypsy dari penampian yang mereka nilai sangat sempurna–gadis cantik dengan rambut panjang berwarna keemasan yang indah. Selain itu Ruth ingin menyampaikan pada pembaca bahwa masih ada orang yang menganggap penampilan adalah segala-galanya, yaitu melalui tokoh Amos Leemaster, ayah Gypsy yang menembak dirinya sendiri karena dihantui pikiran-pikiran tentang wajahnya yang hangus terbakar padahal istrinya adalah wanita tercantik di Coal Station. (… “Sayang sekali, Ayah mementingkan penampilan secara berlebihan”, Mama mendesah. “Karena itulah ia terpukul sekali oleh cacat bekas luka itu.” (hal. 174)). Seharusnya Amos Leemaster tak perlu membunuh dirinya sendiri. Meski ia telah kehilangan wajahnya yang tampan, ia pasti masih mempunyai kelebihan-kelebihan lain yang mungkin tak tampak oleh mata. (… “Penampilan cuma itu, Gypsy–Cuma penampilan, bukan diri yang sesungguhnya. Waktu itu aku masih mengajar di sekolah, aku perhatikan bahwa gadis dan pemuda yang paling cantik dan tampan bisa sejahat ular berbisa. Anak-anak yang buruk rupa bisa berhati mulia. Tapi bukan berarti tidak mungkin mereka yang rupawan berhati baik. Bisa juga seperti ibumu. Juga, tidak mustahil mereka yang buruk rupa, berbuat jahat. Ini bisa juga. Tapi, cuma isi hatilah yang benar-benar penting.” (hal. 122)). Ruth juga ingin menampilkan pada pembaca untuk menjadi diri sendiri, tak perlu menjadi orang lain. (“…Kalau kau jadi dirimu sendiri, tidak ada yang bisa menyaingimu. Belle tak pernah menyadari hal itu. Akibatnya, dia banyak menderita.” (hal. 152)).

Selain itu diharapkan para remaja untuk tidak memilih teman berdasarkan penampilan fisik mereka semata. Ruth mencontohkan Woodrow dan Gypsy yang berteman dengan Blind Benny meskipun ia buta dan banyak masyarakat yang mengganggu dan mencemoohnya karena mereka tahu Blind Benny berhati baik dan tak pernah menyakiti orang. Blind Benny melihat dengan mata hatinya.

Rahasia Embusan Angin juga memberikan pesan moral bagi orang tua. Bahwa tak selamanya orang tua dapat mengetahui isi hati anak. Dan tak seharusnya orang tua mengatur atau menjadikan anak mereka sesuai dengan apa yang ia inginkan. Dalam novel ini diceritakan betapa Gypsy tersiksa karena harus mendapat berbagai macam perawatan rambut dari ibunya, lagi-lagi soal penampilan.

Ini adalah novel remaja yang sangat dewasa karena mengajarkan pembaca untuk bersikap bijak. Sebuah bacaan yang tak hanya menghibur tapi juga mengandung pelajaran dan pesan-pesan moral yang berguna bagi kehidupan. Ruth White mengemasnya menjadi satu tanpa memberikan kesan menggurui. Sehingga dengan membaca Rahasia Embusan Angin, kita bisa mendapatkan dua hal: hiburan dan pelajaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: