Ribuan Komputer Kena Dian Sastro

<!–http://ad.detik.com/images/inet/inet-australia150x400_bodytext.swf–>
lustrasi (diolah/vakincom)

Jakarta, Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila. Pada hari Kesaktian Pancasila tahun ini, ribuan pengguna komputer dilaporkan menjadi korban virus W32/Rontokbro.EQ. Bagi yang lupa melakukan backup data, mereka dipastikan menderita kehilangan data di komputernya.

Hal itu disampaikan spesialis antivirus PT Vaksincom, Alfons Tanujaya. Melalui keterangan tertulisnya, Alfons menjelaskan bahwa di komputer yang menjadi korban Rontokbro biasanya muncul layar hitam legam dan tulisan putih “NTLDR is missing – Press Ctrl+Alt+Del to restart”, dan semua data pada harddisk-nya dihapus sehingga yang tersisa hanya folder kosong.

“Vaksincom menerima laporan konfirmasi korban ribuan komputer dari Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi,” ujar Alfons.

Disampaikan Alfons, W32/Rontokbro.EQ merupakan virus lama yang sudah terdeteksi Norman Virus Control sejak bulan Agustus 2006. Namun virus ini memiliki pola penyebaran yang cukup tinggi dan merata, serta pembuatnya secara “pintar” menyembunyikan bom waktu pada Rontokbro.EQ, sehingga korbannya tidak menyadari dampaknya.

Virus ini, menurut Alfons, mirip dengan virus MyDoom.A@mm yang pada tanggal 1 Februari 2004 menginstruksikan puluhan ribu komputer yang terinfeksi untuk melakukan serangan distributed denial-of-service (DDoS) terhadap website http://www.sco.com.

Akibatnya, website tersebut down dan menyebabkan geram pemiliknya. Sayembara pun digelar, dengan hadiah Rp 2,5 miliar bagi siapapun yang berhasil memberikan informasi guna mengungkapkan pembuat MyDoom.

Rontokbro.EQ adalah varian virus Rontokbro berukuran 42 KB yang sudah cukup lama beredar. Salah satu cirinya adalah memanipulasi gambar artis cantik Dian Sastro Wardoyo demi mengelabui pengguna komputer agar mau mengklik file yang bervirus.

Berdasarkan aksinya, Alfons menyebut Rontokbro.EQ sebagai pelopor aksi mengubah tipe file. Setiap file yang mempunyai ekstensi. EXE diubah manjadi File Folder.

“Dari sudut pandang ‘rekayasa sosial’ hal ini cukup brilian karena user yang sangat berhati-hatipun akan tertipu dengan rekayasa yang satu ini,” ujar Alfons.

Bagi mereka yang terlanjur menjadi korban, khususnya bagi yang tidak melakukan back up data dengan baik dan disiplin, Vaksincom menyarankan untuk menggunakan program Data Recovery untuk mengembalikan data yang hilang.

“Salah satu alternatifnya adalah menggunakan program Data Recovery. Hanya ingat, jangan pernah menjalankan harddisk yang ingin di-recover sebagai master, yang akan berakibat swap file windows yang baru menempati ruang kosong yang ‘sebenarnya’ berisi data yang ingin Anda selamatkan,” Alfons berpesan.

Karena itu, Alfons menyarankan agar korban menghubungi perusahaan Data Recovery yang berpengalaman dan terpercaya. “Untuk aplikasi Data Recovery yang dapat Anda gunakan antara lain Easy Data Recovery Pro dan Get Data Back,” tandasnya.(nks/nks)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: