Ujian Iman Tiga Pria Kaya

itab Hadis selain berisi penjelasan mengenai makna ayat-ayat Al Quran, informasi tentang peri kehidupan Nabi Muhammad SAW dan keluarganya, juga menuturkan kisah-kisah yang terjadi di masa Nabi-Nabi sebelumnya seperti umat Nabi Musa, atau yang disebut Bani Israel. Satu di antaranya ialah kisah tentang tiga lelaki kaya yang mendapat ujian dari Allah. Kisah ini bersumber dari kitab hadis Sahib Bukhari.

Ada tiga pria Bani Israel menderita penyakit berbeda. Yang pertama penyakit kusta, yang kedua gugur rambut alias botak sedangkan yang ketiga buta. Ketiga pria itu sudah jatuh miskin dan tipis harapan untuk dapat sembuh serta hidup bahagia seperti orang sehat iainnya. Mereka pun tidak punya siapa-siapa yang diharapkan dapat membantu.

Allah ingin menguji tman mereka dengan cara mengutus Malaikat untuk menanyakan apa keinginan mereka pada saat itu. Keinginan manusia tentu bisa berbeda satu sama lain, berbeda dari waktu ke waktu tergantung kondisinya pada saat itu. Tapi biasanya, orang sakit tentu ingin sembuh. Orang miskin biasanya ingin kaya, dan seterusnya.

Maka Malaikat mula-mula mendatangi penderita kusta. “Apa yang paling engkau inginkan?” tanya Malaikat. “Sembuh dari penyakit kusta,” jawab pria itu seraya menambahkan “Aku telah tersiksa oleh penyakit ini, kulitku rusak berat membuat masyarakat jijik sehingga menjauhiku.”

Dokter spesialis masa kini tentu tak mampu menyembuhkannya dalam tempo singkat. Tetapi Malaikat ternyata mampu. Dengan mengusap bagian-bagin tubuh lelaki yang terkena kusta itu, terjadilah keajaiban. Penyakitnya lenyap seketika alias sembuh, bahkan bagian-bagian tubuhnya kembali utuh dibalut kulit yang mulus dan bersih.

Setelah itu Malaikat berkata, “Sekarang engkau telah sembuh. Engkau perlu berusaha. Apa yang paling engkau inginkan sebagai modal usaha?”

“Unta,” jawab pria itu.

Kalau pertanyaan itu ditujukan kepada manusia masa kini, jawabannya mungkin uang tunai kalau boleh miliaran atau triliunan rupiah, Para pakar ekonomi masa kini tentu tak sanggup memenuhi permintaan itu dalam tempo singkat. Tetapi Malaikat ternyata sanggup. Ya, dengan izin Allah. Maka terjadi lagi keajaiban. Unta yang diinginkan terwujud seketika. Bahkan unta itu sedang bunting sepuluh bulan. Karena pria itu tak tahu bahwa yang mendatanginya itu malaikat, ia berterimakasih seraya mendoakan semoga Allah memberkati perbuatannya itu.

Selanjutnya Malaikat tersebut menemui pria kedua.

“Apa yang paling engkau inginkan?” tanya Malaikat.

“Rambut yang bagus dan sembuh dari penyakit yang menyebabkan manusia menjauh dariku,” jawab pria itu.

Malaikat mengusap kepalanya yang bermasalah, lalu penyakitnya lenyap, bahkan rambutnya tumbuh lebat, hitam menawan.

“Apa yang paling engkau sukai sebagai modal usaha?” tanya Malaikat lagi.

“Sapi,” jawabnya. Maka dia diberikan seekor sapi yang sedang bunting pula.

Pria itu mendoakan semoga Allah memberkati perbuatan orang tersebut.

Kemudian Malaikat mendatangi pria ketiga. Sama seperti sebelumnya. Malaikat menanyakan apa keinginannya dan jawabannya pun sama yaitu sembuh dari penyakit. Dan ketika ditanya harta apa yang paling diinginkannya, jawabnya domba. Maka dia diberikan seekor biri-biri yang telah melahirkan anak.

Sepeninggal Malaikat, ketiga pria itu merawat dan mengembangbiakan hewan ternak mereka masing-masing, Dalam beberapa tahun kemudian, mantan penderita kusta memiliki satu lembah unta, mantan penderita penyakit gugur rambut memiliki satu lembah sapi, sementarasi mantan buta memiliki satu lembah domba.

Kembali Malaikat mendatangi mereka satu persatu. Kepada pria pertama, Malaikat datang dengan menjelma sepeti penderita kusta, seraya berkata, “Saya seorang musafir, kehabisan bekal dan tak punya apa-apa lagi untuk melanjutkan perjalanan. Hari ini saya tidak mempunyai tempat mengadu selain kepada Allah dan kepada anda. Saya memohon pada anda demi Dia Yang telah memberi anda kulit yang mulus dan memberi anda seekor unta, agar membantu saya melanjutkan perjalanan.”

Pria itu ternyata tak bersyukur kepada Allah atas kekayaan yang telah Allah berikan kepadanya, padahal ia pernah miskin, melarat dan menderita sakit kusta, namun setelah kaya, hatinya tidak tergugah oleh penderitaan orang miskin yang sedang kehabisan bekal dan tak mau memberi apa yang dibutuhkannya.

Malaikat itu berkata kepadanya, “Saya rasa saya kenal anda Bukankah anda dulu miskin dan berpenyakit kusta sehingga manusia jijik dan menjauh dari anda?” Dalam sebuah riwayat (hadis lain}, dikatakan bahwa pria itu tidak mengaku bahwa dirinya pernah miskin dan menderita kusta. Bahkan ia berdusta dengan mengatakan, “Aku mewarisi harta ini dari orang tuaku.”

Malaikat berkata, “Kalau anda berdusta, Allah akan menjadikan keadaan anda kembali seperti sebelumnya.”

Selanjutnya Malaikat tersebut mengubah wujudnya menjadi seorang yang tampak miskin dan menderita penyakit gugur rambut, lalu mendatangi pria kedua yang pernah menderita gugur rambut, seraya meminta bantuan, Pria ini juga ternyata sudah lupa daratan. Ia tak bersyukur kepada Allah yang telah memberinya harta kekayaan melalui Malaikat yang menyamar sebagai pengembara miskin itu. Dan ketika Malaikat mengingatkan bahwa pria itu sebelumnya pernah miskin dan menderita gugur rambut, pria itu tak mengakuinya. la berdusta. Akhirnya Malaikat berkata, “Kalau anda berdusta, Allah akan menjadikan keadaan anda kembali seperti sebelumnya.”

Terakhir, Malaikat mendatangi lelaki ketiga dengan menjelma seperti seorang buta lalu berkata, “Saya seorang musafir yang miskin. Di dalam perjalanan, keledai yang saya kendarai hilang pula. Saya tidak mempunyai tempat mengadu selain kepada Allah dan kepada anda. Saya memohon bantuan anda demi Allah yang telah mengembalikan penglihatan anda dan memberi anda seekor domba, agar saya dapat meneruskan perjalanan saya.”

Pria ketiga ini ingat keadaan dirinya dulu. la berkata terus terang, “Sebelumnya aku juga pernah buta dan miskin seperti keadaanmu sekarang. Tetapi Allah telah mengembalikan penglihatanku dan memberiku modal usaha berupa seekor domba. Nah, ambiilah apa yang engkau butuhkan dari hartaku. Ini semua titipan dari Tuhan. Ambillah seperiumu. Demi Allah, aku tidak akan menghalangimu. Aku ikhlas.”

Malaikat berkata kepadanya, “Jagalah hartamu! Sesungguhnya engkau dan dua temanmu telah diuji Allah. Allah telah meridaimu dan membenci dua orang sahabatmu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: