Kisah Nyata

Makassar – Alimin, terkejut bukan kepalang saat mengetahui dana tabungannnya di Bank Mandiri melonjak pesat menjadi Rp 13 triliun. Dan dia lebih terkejut lagi karena tak lama kemudian tabungannya justru menjadi minus Rp 9 triliun.

Alimin adalah petani sederhana di kota Pare-pare, Sulawesi Selatan. Tak hanya sederhana, dia juga gemar menabung. Sedikit demi sedikit, hasil kerja kerasnya disimpan di Bank Mandiri cabang Pare-pare.

Sekitar November 2008, Alimin mendatangi kantor Bank Mandiri cabang Pare-pare. Dia berniat meminta print out tabungannya untuk mengetahui data terbaru jumlah tabungannya. Jantung Alimin mendadak berdegup keras saat melihat deretan angka di buku tabungannya.

“Saldo tabungan saya tertulis Rp 13 triliun. Uang itu masuk pada tanggal 3 November 2008. Padahal tabungan saya hanya sekitar Rp 5 juta,” ungkap Alimin kepada detikcom melalui telepon, Senin (8/2/2010).

Wajar memang bila jantung Alimin mendadak berdegup keras. Bagi dirinya yang cuma seorang petani, jumlah uang sebanyak itu di tabungannya adalah sangat tidak masuk di akal. Dia senang, bercampur bingung. Batinnya bertanya-tanya dari mana uang sebanyak itu? Bagaimana bisa dia kaya mendadak? Ini kenyataan atau cuma mimpi?

Semua pertanyaan itu berkecamuk di benak pria berusia 43 tahun ini. Dia juga sempat bertanya ke anaknya, apakah mengirimkan uang ke dirinya sebanyak itu. Tentu saja sang anak menjawab dengan tegas, tidak!

Keterkejutan Alimin ternyata tidak sampai di situ. Tiga hari kemudian dia kembali ke kantor Bank Mandiri. Dia ingin memastikan apakah uang sebanyak itu benar-benar ada di rekeningnya. Tapi kenyataan sebaliknya yang dia dapat.

“Ternyata ada penarikan Rp 22 triliun. Jadi tabungan saya minus Rp 9 triliun,” ungkap Alimin.

Menurut Alimin, saat itu dirinya langsung lemas. Kalau itu benar, bagaimana bisa dia membayar utang sedemikian besar. Sampai tujuh turunan keluarganya pun utang itu tidak akan lunas.

Alimin akhirnya meminta penjelasan dari pihak Bank Mandiri. Dia memperoleh jawaban, bahwa itu semata-mata persoalan teknis. Alimin diminta tak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Dananya juga dijamin tidak hilang.

Lalu mengapa Alimin baru mengungkapkan kasusnya tersebut sekarang ini? Menurut Alimin, hal itu terkait dengan maraknya kasus rekening nasabah sejumlah bank yang bermasalah belakangan ini. Dia khawatir, apa yang dialaminya sekitar 1 tahun lalu lebih itu menjadi persoalan bagi dirinya.

“Memang selama ini tidak ada masalah dengan rekening saya. Saya juga tidak diminta membayar utang Rp 9 triliun. Saya cuma khawatir ada apa-apa nantinya. Saya ingin tahu dari mana uang itu, dan ke mana larinya, agar tidak jadi masalah di kemudian hari,” ungkap Alimin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: