Produksi Minyak Bisa 1,4 Juta Barel di Akhir 2011

Produksi minyak nasional bisa mencapai 1,4 juta barel per hari (bph) pada akhir 2011. Hal itu dapat dicapai jika pemerintah memperbaiki manajemen minyak nasional.

“Kalau manajemen perminyakan nasional diperbaiki harusnya produksi minyak di akhir 2011 bisa mencapai 1,4 juta barel per hari,” ujat pengamat perminyakan Kurtubi saat dihubungi detikFinance, Minggu (11/4/2010).

Perbaikan manajemen perminyakan nasional, lanjut dia, salah satunya dapat dilakukan dengan melakukan revisi UU Migas. Menurut Kurtubi, UU ini harus direvisi karena dinilai telah menghambat investasi di sektor hulu migas. Ini dibuktikan dalam 10 tahun terakhir, tidak ada lapangan baru migas yang ditemukan sehingga produksi minyak nasional tidak bertambah.

“Dalam pasal 31 disebutkan kalau kontraktor kontrak kerja sama harus membayar pajak meskipun lapangan yang dikelolanya masih dalam tahap ekplorasi. Kalau begitukan siapa yang mau investasi. Orang belum menghasilkan kok sudah disuruh bayar pajak,” kata dia.

Kehadiran BP Migas juga dinilai telah menghambat investasi di sektor hulu migas. Menurutnya, adanya BP Migas telah membuat proses perijinan menjadi panjang dan berbelit-belit sehingga membuat para calon investor malas berinvestasi di sektor hulu migas.

Faktor lainnya yaitu ketidakpastian hukum karena adanya beberapa pasal dalam UU itu yang berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi harus diamanden, namun hingga kini masih belum dilakukan.

Jika pemerintah tidak juga memperbaiki manajemen minyak nasional, Kurtubi memperkirakan produksi minyak hanya di kisaran 1 juta bph di akhir 2011. Target itupun baru bisa dicapai jika produksi blok Cepu bisa dipercepat. Jika tidak, target produksi sebesar 1 juta bph itu, jangan harap bisa tercapai.

“Jadi target pemerintah yang 1 juta bph itu hanya akan mengandalkan blok Cepu,” ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah berambisi meningkatkan produksi minyak nasional hingga mencapai 1 juta barel per hari (bph) paling lambat akhir 2011. Caranya, dengan meningkatkan mendorong sisi hulu melalui pengeboran sumber-sumber minyak baru.

Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dengan pencapaian produksi minyak 1 juta bph tersebut, maka Indonesia bisa kembali lagi menjadi net exportir minyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: